Nasional

Awal Ramadan dan Idul Fitri Versi Lapan

Kepala Lembaga Penerbangan Antariksa Nasional atau Lapan Thomas Djamaluddin mengatakan awal Ramadan diperkirakan seragam. Lapan memperkirakan waktu

Petugas Kantor Wilayah Kementerian Agama Sulsel menggunakan teropong saat pengamatan hilal di Mal GTC, Makassar, 22 Agustus 2017. Pengamatan hilal menyimpulkan Idul Adha 10 Zulhijjah 1438 H jatuh pada tanggal 1 September 2017. Foto | TEMPO/Sakti Karuru

GEUNTA.COM — Kepala Lembaga Penerbangan Antariksa Nasional atau Lapan Thomas Djamaluddin mengatakan awal Ramadan diperkirakan seragam. Lapan memperkirakan waktu puasa dimulai pada 17 Mei dan Idul Fitri jatuh pada 15 Juni 2018. “Keseragaman awal Ramadan, Idul Fitri, dan Idul Adha sampai 2021,” kata Djamaluddin, Senin, 7 Mei 2018.

Adapun Pimpinan Pusat Muhammadiyah telah mengeluarkan maklumat penetapan hasil hisab Ramadan, Syawal, dan Zulhijah 1439 Hijriah. Awal puasa jatuh pada Kamis, 17 Mei; Idul Fitri Jumat, 15 Juni; dan Idul Adha, Rabu, 22 Agustus 2018.

Seperti dilansir laman Tempo, menurut Djamaluddin, setelah 2021, ada potensi perbedaan lagi, terutama pada Idul Fitri dan Idul Adha. Lapan mendukung pembuatan kalender Islam Indonesia yang menyamakan kriteria organisasi kemasyarakatan, seperti Muhammadiyah, Nahdlatul Ulama (NU), dan Persatuan Islam (Persis).

Rujukan yang dipakai adalah Rekomendasi Jakarta 2017 pada seminar internasional Fiqih Falaq pada akhir November tahun lalu. Kriteria masuknya awal bulan baru Islam ditandai oleh ketinggian bulan minimal tiga derajat dan elongasi 6,4 derajat.

Rekomendasi Jakarta 2017 itu telah mengakomodasi wacana kalender Hijriah global sesuai dengan hasil muktamar nasional Muhammadiyah 2015. Rekomendasi Jakarta 2017 juga mengakomodasi wacana NU soal rukyat yang berkualitas. Persis pun bersedia mengganti tinggi bulan dan matahari dari 4 derajat menjadi 3 derajat.

Facebook Comments
To Top