Aceh

BNNP Aceh Musnahkan 20 Kg Sabu Asal Malaysia

Sebanyak 23 kilogram narkotika jenis sabu dimusnahkan oleh Badan Narkotika Nasional (BNN) Provinsi Aceh, di dalam Gedung kantor BNNP Aceh,

Foto : Riyal | GEUNTA.COM

GEUNTA.COM, Banda Aceh – Sebanyak 23 kilogram narkotika jenis sabu dimusnahkan oleh Badan Narkotika Nasional (BNN) Provinsi Aceh, di dalam Gedung kantor BNNP Aceh, Jalan Geuchik Amin Ahmad, Banda Aceh, Rabu (30/5). Dalam pemusnahan barang tersebut BNNP Aceh juga menghadirkan 3 tersangka yang diamankan.

Pemusnahan barang tersebut berasal dari barang bukti hasil penangkapan yang dilakukan oleh tim gabungan BNN RI, BEA CUKAI, BNNP Aceh dan BNN Kabupaten/Kota pada 1 April 2018 kemarin.

“ini barang bukti yang kita amankan kemarin saat melakuakan penangkapan di Desa Cot Manyang, Kecamatan Baktiya, Aceh Utara,” ucap Kepala BNNP Aceh Brigjen Pol. Faisal AN.

| Baca Juga : Aminullah Usman : Kita Akan Memperkecil Ruang Gerak Narkoba di Banda Aceh

Brigjen Pol. Faisal An mengatakan, barang tersebut berasal dari Malaysia yang di seludupkan melalui jalur laut dengan modus memakai kapal nelayan, dan barang narkotika jenis sabu ini juga ada kaitannya dengan penangkapan yang dilakukan BNNP Aceh sebelumnya, yang mengamankan 20 Kg sabu, kemudian yang ke dua 40 Kg sabu dan yang ke tiga 23 Kg.

“ini ada kaitan dengan yang sudah ditangkap, modusnya melalui dari jalur laut, mereka pakai dengan kapal nelayan, yang jemput ke kapal nelayan lain orang nya yang jemput ke kapal besar juga lain lagi orang nya,” pungkas  Kepala BNNP Aceh

Sementara itu, Kepala Bea Cukai Aceh Tri Utomo Hendro Wibowo mengatakan, pihaknya akan terus bekerja sama dengan BNN maupun Kepolisian.

“artinya dengan kita bekerja sama kita bisa mengatasi sama-sama permasalahan penyeludupan narkotika jenis sabu melalui jalur laut,” sebut Tri Utomo

Tambahnya, Bea cukai untuk saat ini cukup baik dalam segi penyiapan personil, maupun dari segi kesiapan kapal yang disediakan oleh Bea cukai.

“setiap ada pergerakan kita koordinisasi dan kita laksanakan, kita di Aceh ada 3 unit kapal, satu di Banda Aceh, 2 Lhoksemawe, kemudian juga ada bantuan kapal besar dari kepuloan Riau yang setiap saat bisa kita perbantukan,” Tutup Tri Utomo Hendro Wibowo

IAL – GEUNTA.COM
Facebook Comments
To Top