Aceh

Dibutuhkan Pemimpin yang Religius di Aceh Selatan

Kabupaten Aceh Selatan merupakan bagian integral dari wilayah Provinsi Aceh yang penduduknya,mayoritas beragama Islam sudah barang tentu memerlukan sosok pemimpin yang religius dan agamis dan bukan pemimpin yang memanfaatkan agama sebagai instrumen untuk menarik  simpati masyarakat untuk dijadikan kepentingan kekuasaan politik.

foto : okezone.com

Akmaluddin, S.Pd.I., M.Pd

Kabupaten Aceh Selatan merupakan bagian integral dari wilayah Provinsi Aceh yang penduduknya,mayoritas beragama Islam sudah barang tentu memerlukan sosok pemimpin yang religius dan agamis dan bukan pemimpin yang memanfaatkan agama sebagai instrumen untuk menarik  simpati masyarakat untuk dijadikan kepentingan kekuasaan politik.

Untuk mencari figur pemimpin yang berlatar belakang agamis  harus memiliki empat indikator; yakni siddiq, amanah, tabligh, dan fathanah yang sebagaimana di contohkan oleh kepemimpinan Rasullullah Muhammad SAW dan para sahabaNya.Tentu bagi seorang pemimpin, tetap komitmen dengan kebenaran memerlukan mujahadah (kesungguhan), selalu dekat dengan Allah SWT, keberanian dan kesabaran yang jauh lebih besar karena bisa dipastikan dirinya akan berhadapan dengan pihak-pihak yang justru menginginkan tersebarnya kebathilan dan kemaksiatan di tengah-tengah umat.

Kemudian secara aplikatif para pemimpin harus dapat memberikan keteladanan, dengan mencontohkan pengabdian dalam kehidupan sehari-hari yang dicerminkan dengan menegakkan shalat dan menunaikan zakat, menyantuni anak yatim, fakir miskin, sehingga mereka termasuk kelompok yang senantiasa tunduk dan patuh mengabdi kepada Allah SWT dengan merealisasikan ajaran-ajaranNya dengan ikhlas semata-mata mengharap ridha Allah SWT.

Tentunya, memilih pemimpin yang senantiasa memberi petunjuk dengan perintah Allah SWT tidak semudah membalikkan telapak tangan. Tidak cukup dengan popularitas, pencitraan, kedekatan (satu kampung) maupun faktor keturunan dan seterusnya. Tapi memerlukan penalaran secara logis yang panjang untuk mendapatkan kriteria pemimpin yang agamis dalam pandangan agama Islam yang suci ini

Aceh Selatan dalam hitungan hari  akan memilih kepala daerah untuk memimpin lima tahun kedepan. Banyak sekali kandidat-kandidat yang memanfaatkan agama dan simbul-simbul agama dalam praktik kampanye poltiknya atau bahkan dalam keseharian sosialnya berubah dramatis menjadi agamis. Belakangan ini sebagian kandidat mengubah gaya hudup sosialnya medadak sebagai tokoh agamis seperti, memakai peci, lebih sering duduk di majelis zikir atau bahkan mendadak dermawan dengan menyantuni anak yatim/miskin. Bila kita lihat track record (rekam jejak) nya dalam masyarakat sangat jauh berbeda dengan realitas keeseharian sebelum yang bersangkutan menjadi kandidiat.

Menurut hemat saya, calon  pemimpin yang mengatas namakan agama dengan membawa agama beserta simbul-simbulnya dan nama-nama ulama dalam pergerakan kampanye adalah praktik politik yang keliru, seharusnya adalah melibatkan agama dalam pergerakan, itu yang dianjurkan oleh agama. Ini jelas pasti ada kepentingan didalamnya, maka itu saya menghimbau masyarakat Aceh Selatan agar lebih jeli dalam memilih dan memilah pemimpin untuk lima tahun kedepan agar daerah kita tidak dipimpin oleh pemimpin yang tidak agamis serta tidak menjalankan syariat Allah SWT dalam setiap kebijakan-kebijkanya. Selanjutnya saya mengajak masyarakat untuk memilih pemimpin Aceh selatan yang berprilaku bagus dan taat beragama,sehingga akan menjadikan Aceh Selatan sebagai negeri yang Baldatun Thayyibatun Wa Rabbun Ngafur pada Aceh Selatan yang kita cintai ini.

( Penulis adalah Mahasiswa Program S3 Pascasarjana Universitas Negeri Medan)

 

 

Facebook Comments
To Top