Nasional

Gatot Sebut Ada Upaya Adu Domba dan Pengerdilan TNI-Polri

Gatot Nurmantyo. Foto | TEMPO/Ilham Fikri

GEUNTA.COM, Jakarta – Mantan Panglima TNI Jenderal (Purn) Gatot Nurmantyo menyebut saat ini ada upaya adu domba terhadap TNI dan Polri. Ia juga mengatakan ada upaya pengerdilan terhadap TNI Angkatan Darat (AD).

Hal ini disampaikannya saat dalam diksusi di acara buka bersama KA KAMMI di rumah dinas Fahri Hamzah, Jalan Asia Afrika, Senayan, Jakarta Selatan, Jumat (25/5).

“Mengadu domba TNI dan Polri dan mengerdilkan. Saat ini sudah terjadi pengerdilan terhadap TNI dan khususnya Angkatan Darat. Waktu itu ada yang mengatakan kepada saya apabila Angkatan Darat sudah dikerdilkan waspada kamu itu adalah hal luar biasa,” ucap Gatot.

Ia menjelaskan pengerdilan yang dimaksud adalah dibully secara karakter.

“Sekarang tidak dibully secara utuh tapi karakternya di bully jadi TNI Angkatan Darat itu pejabat-pejabat bukan yang ujuk-ujuk langsung, nggak bisa itu. Diamati terus menerus, untuk jadi Kapten sekolah lagi nanti diambil 10 persen, balik lagi jadi Kolonel paling maksimal diambil dua ribu dari beberapa orang,” jelas dia.

Saat dikonfirmasi seusai memberi materi, ia mengatakan masalah pengerdilan TNI AD itu muncul dari jawaban beberapa mahasiswa yang dikunjungi Gatot di beberapa kampus. Jawaban ini muncul ketika Gatot bertanya kepada beberapa mahasiswa tentang ‘apa yang akan dilakukan mahasiswa, jika anda menjadi Presiden kalau Indonesia sedang krisis energi dan air?’.

“Soal itu, saya katakan dari saya keliling kampus saya tanyakan kepada mahasiswa, apabila anda jadi Presiden RI dan dari analis mengatakan bangsanya akan krisis energi dan air apa yang akan kamu lakukan? Antara lain dari semua jawaban ada jawaban yang memecah belah TNI-Polri dan mengkerdilkan TNI-Polri,” jelas dia.

Namun Gatot tak menjawab secara detail apakah saat ini ada yang ingin mengerdilkan TNI AD. Menurutnya mungkin saja hal itu terjadi jika ada oknum yang bertujuan untuk memecah belah dan merebut Indonesia.

“Itu dari mahasiswa jawabannya. Tapi bisa saja dikatakan (ada upaya) itu tadi untuk merebut Indonesia,” pungkas dia.

Sumber : Detik.com
Facebook Comments

Most Popular

To Top