Aceh

Kreatif! Komunitas Ini Berikan Beasiswa Dari Sampah Kertas

Pesawat Kertas Aceh memberikan Beasiswa Kertas kepada tiga anak sekolah dasar di Sekolah Dasar Negeri Rumpet, Krueng Barona Jaya, Aceh Besar

Fahry Purnama, founder Pesawat Kertas Aceh berfoto bersama tiga siswa penerima beasiswa kertas, Sabtu (12/05). Foto | Doc. Pri

GEUNTA.COM — Pesawat Kertas Aceh memberikan Beasiswa Kertas kepada tiga anak sekolah dasar di Sekolah Dasar Negeri Rumpet, Krueng Barona Jaya, Aceh Besar. Kegiatan ini dilaksanakan pada Sabtu pagi (12/5).

Beasiswa Kertas merupakan salah satu program pokok yang dijalankan oleh Komunitas Pesawat Kertas Aceh, dan yang ini merupakan kali ketiga pemberian Beasiswa Kertas. Komunitas Pesawat Kertas Aceh mengajak masyarakat untuk menyumbangkan kertas bekas mereka melalui gerakan sedekah sampah untuk diolah menjadi suatu produk kreatif dan sebagian lagi dijual untuk membelikan sepatu kepada anak-anak miskin di Aceh. Ketiga anak penerima manfaat ini adalah Abdul Gafar, Clara Jessica, dan Faiz Maulana. Rata-rata pekerjaan orang tua mereka adalah sebagai buruh lepas di Laundry, penjual rokok, dan buruh bangunan.

Fahry Purnama selaku Founder Pesawat Kertas Aceh mengatakan bahwa sebelum memberikan beasiswa kertas, pihak relawan mereka sudah melakukan survey di SDN Rumpet untuk mencari penerima manfaat. Ketika melakukan survey para relawan menemukan kondisi sepatu yang sangat tidak layak dipakai lagi, terdapat banyak sobekan di sepatu anak-anak tersebut. Bahkan ada sampai yang hanya tinggal kerangka saja. Tentu hal ini sangat memprihatinkan dan membutuhkan bantuan. Alhasil, para relawan memilih tiga orang anak dengan kondisi sepatu yang rusak parah. “Setelah melihat kondisi seperti ini membuat kami terdorong untuk terus melakukan kebaikan terutama dalam mengurangi beban yang mereka pikul.” jelasnya.

Dia juga berharap pemberian Beasiswa kertas ini dapat mendorong semangat anak-anak untuk terus belajar. “Pemberian sepatu ini diharapkan dapat menjadi pendongkrak semangat anak-anak untuk terus rajin belajar dan berani mimpi tinggi sehingga kelak dia dapat mengubah perekonomian keluarganya. Berbuat baik tidak perlu harus dengan hal besar. Namun kita bisa memulainya dengan hal kecil seperti menyumbangkan sampah kertas yang dipakai kepada pihak Pesawat Kertas Aceh.” tutupnya.

(AHF)

Facebook Comments
To Top