Aceh

Nova Iriansyah : Ingin Kembali ke Orde Baru Adalah Kebodohan

Sejumlah Aktivis yang tergabung dalam Persatuan Nasional (PENA) 98 Pentas Seni “Pameran Foto” aksi – aksi mahasiswa 1998 serta refleksi 20 tahun reformasi di Taman Bustanul Salatin, Banda Aceh

Foto : Doc Pri

GEUNTA.COM, Banda Aceh – Sejumlah Aktivis yang tergabung dalam Persatuan Nasional (PENA) 98 menggelar Pameran Foto dengan tema “Aksi – Aksi Mahasiswa 1998 Serta Refleksi 20 Tahun Reformasi” di Taman Bustanul Salatin, Banda Aceh. Acara penuh nuansa kekeluargaan ini dibuka langsung oleh Wakil Gubernur Aceh Nova Iriansyah serta di hadiri sejumlah pejabat pentingnya, termasuk Wali kota Banda Aceh Aminullah Usman.

Wakil Gubernur Aceh Nova Iriansyah Nurdin dalam sambutannya menyampaikan bahwa semua orang tidak boleh berfikir atau bernostalgia untuk kembali ke Zaman Orde Baru, menurut Wagub, saat generasi sekarang kembali ke masa atau ada yang mengajak rezim orde baru sama saja dengan mengajak masa kebodohan. Menurut wagub, Malaysia saja baru saja melakukan reformasi baru kemarin 9 mei 2018, artinya 20 tahun setelah Indonesia. Kenapa kita harus kembali ke masa orde baru.

“Ada sentimen baru yang muncul di beberapa tempat termasuk di media sosial dan media massa, para pelakunya ini ingin mengajak kita kembali ke rezim orde baru, saya kira ini suatu pembodohan,” ujar Nova Iriansyah.

Untuk itu wagub mengajak semua orang untuk menggelorakan slogan “Mari kita melawan lupa, untuk tidak kembali ke zaman”.

“Say no to back orde baru, karena rezim yang otoriter sama pembunuh massal,” tegas Nova.

Selain itu acara yang berlangsung pada hari Kamis (10/5/2018) ini juga diisi dengan dialog publik yang menghadirkan sejumlah ” aktivis 98″ seperti Ari Maulana, Kautsar, Banta Syahrizal, Tarmizi, Iqbal Faraby dan beberapa aktivis lainnya.

Ketua panitia Fendra Trysani kepada wartawan mengatakan bahwa kegiatan ini menjadi sangat untuk merefleksi ingatan pada peristiwa penting reformasi 98.

“Kami mengemas acara ini dengan pameran foto – foto aksi mahasiswa tahun 1998, secara keseluruhan ada 300 foto yang kita tampilkan termasuk beberapa foto aksi – aksi mahasiswa di Aceh,” ujar Fendra.

Lebih lanjut pria yang juga ketua Pewarta Foto Indonesia (Aceh) tersebut menyebutkan bahwa panitia juga akan mengadakan yang akan diskusi mereka laksanakan setiap hari dari 10 Mei sampai 13 Mei.Diskusi ini akan menghadirkan sejumlah para pelaku atau aktifis yang terlibat langsung pada beberapa peristiwa penting pada tahun 1998.

Sementara itu salah satu pengagas acara Ari Maulana mengatakan bahwa kondisi saat ini jauh lebih baik daripada masa orde baru dari segi apapun baik, untuk itu apapun ke alasannya masa orde baru bukan alasan yang masuk akal.

Acara ini akan berlangsung selama 3 hari, 10 sampai 13 Mei 2018 di Taman Sari, Banda Aceh dengan menampilkan sebanyak 300 frame foto dari para mahasiswa lintas organisasi yang terlibat perjuangan gerakan reformasi 1998, juga karya foto dari para wartawan yang meliput pada masa itu.

(rel)
Facebook Comments
To Top