Luar Negeri

Penjahit Gaun Pengantin Meghan Markle Harus Cuci Tangan 30 Menit Sekali

Pernikahan Meghan Markle dan Pangeran Harry pada Sabtu 19 Mei 2018, di Kapel St. George, Kastil Windsor, Inggris menyisakan banyak cerita. Salah satunya

Pangeran Harry (kiri) dan Meghan Markle seusai pernikahan di Kapel St George's, Windsor, Inggris, 19 Mei 2018. Setelah menjadi pasangan suami-istri, keduanya diberi gelar Duke dan Duchess of Sussex oleh Kerajaan Inggris. Foto | REUTERS/Dominic Lipinski

GEUNTA.COM — Pernikahan Meghan Markle dan Pangeran Harry pada Sabtu 19 Mei 2018, di Kapel St. George, Kastil Windsor, Inggris menyisakan banyak cerita. Salah satunya tentang gaun pengantin yang dikenakan Meghan Markle.

Mantan aktris itu terlihat anggun dalam balutan gaun putih rancangan desainer Inggris, Clare Waight Keller dari rumah mode Givenchy. Desainnya sederhana dengan warna putih polos dan potongan lurus. Namun meski desainnya sederhana, proses pengerjaan gaun pengantin Meghan Markle terbilang sulit. Para penjahit diminta untuk mencuci tangan setiap 30 menit demi mempertahankan kebersihan gaun.

“Para penjahit menghabiskan waktu berjam-jam untuk menjahit secara teliti. Mereka juga mencuci tangan setiap 30 menit untuk menjaga kemurnian kain tule dan benang,” tutur pihak Istana Kensington seperti dilansir People.

Menurut Clare Waight Keller, aksi mencuci tangan memang penting dalam pengerjaan gaun. Apalagi gaun pengantin Meghan Markle berwarna putih tanpa detail apapun.

“Setelah beberapa lama, minyak mulai muncul di tanganmu. Ketika kamu mengerjakan sesuatu yang memiliki kejernihan dan warna benar-benar putih, kamu harus menjaganya tetap bersih,” kata Clare Waight Keller kepada People.

Selain gaun pengantin, rumah mode Givenchy juga bertanggung jawab atas pengerjaan tudungnya. Tudung Meghan Markle memiliki desain lebih mencolok. Tudungnya dihiasi 53 bunga yang menggambarkan negara Commonwealth.

Facebook Comments
To Top