Aceh

Suasana Shalat Tarawih Pertama di Aceh Utara

Umat muslim menunaikan shalat isya dan tarawih pertama di Masjid Bujang Salim, Krueng Geukueh, Kecamatan Dewantara, Aceh Utara, Rabu (16/5).

Umat muslim menunaikan salat tarawih pertama di Masjid Bujang Salim, Krueng Geukueh, Aceh Utara, Rabu (16/5). Pemerintah menetapkan 1 Ramadhan 1439 Hijriyah jatuh pada Kamis (17/5) | Foto : Rahmat Mirza - GEUNTA.COM

GEUNTA.COM, Aceh Utara – Umat muslim menunaikan shalat isya dan tarawih pertama di Masjid Bujang Salim, Krueng Geukueh, Kecamatan Dewantara, Aceh Utara, Rabu (16/5).

Pemerintah menetapkan bahwa 1 Ramadhan 1439 Hijriah jatuh pada Kamis (17/5). Penetapan ini berdasarkan sidang isbat yang dipimpin Menteri Agama Lukman Hakim Saifuddin di Kementerian Agama, Jakarta, Selasa (15/5/2018).

“Kami tetapkan 1 Ramadahan 1439 Hijriah jatuh pada Kamis, 17 Mei 2018,” kata Lukman, saat memberikan keterangan pers.

| Baca Juga : Suasana Malam Terawih Pertama di Masjid Raya Baiturrahman Banda Aceh

Menurut Lukman, kesepakatan sidang isbat dibuat berdasarkan dua hal, yaitu perhitungan hisab dan laporan petugas tersumpah yang memantau hilal dari 95 titik.

Slideshow ini membutuhkan JavaScript.

Berdasarkan penetapan awal puasa ini, maka umat Islam di Indonesia mulai melakukan shalat tarawih pada Rabu (16/5/2017) malam. Kemudian, puasa pertama dilakukan pada Kamis.

Berikut keutamaan salat tarawih malam pertama, dari berbagai sumber adalah sebagai berikut :

1. Diampuni dosanya

Melaksanakan salat tarawih malam pertama dan malam lainnya mampu menghapuskan dosa seseorang yang akan dilakukan, maupun yang telah lalu.

Sebuah hadits menyatakan, siapa yang melaksanakan salat tarawih di malam pertama bulan Ramadhan diibaratkan bersih dari dosa dan kesalahan.

Sebagaimana yang disebutkan dalam hadits berikut ini

إِِنَّ رَمَضَانَ شَهْرٌ فَرَضَ اللَّهُ صِيَامَهُ وَإِنِّي سَنَنْتُ لِلْمُسلِمِيْنَ قِيَامَهُ فَمَنْ صَامَهُ وَقَامَهُ إِعيمَانًا وَاحْتِسَابًا خَرَجَ مِنَْ الذُّنُوبْ كَيَوْم وَلَدَتْهُ أُمُّه

Sesungguhnya Ramadhan adalah bulan dimana Allah mewajibkan puasanya, dan sesungguhnya aku menyunnahkan qiyamnya untuk orang-orang Islam. Maka barang siapa berpuasa Ramadhan dan qiyam Ramadhan karena iman dan mencari pahala, maka ia (pasti) keluar dari dosa-dosanya sebagaimana pada hari ia dilahirkan oleh ibunya. (HR : Ahmad, Ibnu Majah. Al Bazzar, Abu Ya’la dan Abu Hurairah.)

Dan juga disebutkan dalam hadits lainnya

مَنْ قَامَ رَمَضَانَ اِيْمَانَا وَاحْتِسَابًا غُفِرَ لَهُ مَا تَقَدَّمَ مِنْذنْبِه

“Barang siapa melakukan qiyam (lail) pada bulan Ramadhan, karena iman dan mencari pahala, maka diampuni untuknya apa yang telah lalu dari dosanya.” (HR Abu Hurairah)

2. Pertanda awal Ramadhan

Melaksanakan shalat tarawih malam pertama berarti menunjukkan jika keesokannya umat muslim akan menunaikan ibadah puasa.

Ini menjadi tanda kapan dimulainya puasa ramadhan.

3. Memantapkan Hati

Melaksanakan ibadah salat tarawih sangat dianjurkan karena umat muslim akan memantapkan hati sebelum menyambut bulan suci Ramadhan.

Di momen tersebut, umat muslim juga kan menyiapkan hati untuk melaksanakan ibadah secara sungguh-sungguh di bulan Ramadhan.

4. Terkabulnya doa

Doa yang dipanjatkan selama bulan Ramadhan terutama ketika melaksanakan salat tarawih memiliki kesempatan besar untuk dikabulkan.

Hal ini sesuai hadits yang disampaikan oleh Rasulullah SAW.

“Sesungguhnya pada malam hari itu benar-benar ada saat yang seorang muslim dapat menepatinya untuk memohon kepada Allah suatu kebaikan dunia dan akhirat, pasti Allah akan memberikannya (mengabulkannya); dan itu setiap malam.” (HR Muslim dan Ahmad)

5. Mendekatkan diri pada Allah SWT

Dengan melaksanakan salat tarawih di malam pertama dan malam selama Ramadhan, menjadi salah satu sarana untuk mendekatkan diri kepada Allah SWT.

Sebagaimana bunyi hadits ini.

“Lazimkan dirimu untuk shalat malam karena hal itu tradisi orang-orang saleh sebelummu, mendekatkan diri kepada Allah, menghapus dosa, menolak penyakit, dan pencegah dari dosa.” (HR Ahmad)

6. Meminimalisir Perbuatan Maksiat

Melaksanakan salat tarawih hari pertama dapat meminimalisir perbuatan maksiat.

Karena seseorang akan menghabiskan waktu untuk beribadah, dari pada melakukan sesuatu yang dapat menimbulkan dosa.

RMZ-GEUNTA.COM
Facebook Comments
ADS SPACE GEUNTA
To Top