Banda Aceh

Walikota Banda Aceh Minta PLN Tidak Lakukan Pemadaman Listrik Selama Ramadhan

 Wali Kota Banda Aceh, H Aminullah Usman SE Ak MM meminta kepada PT PLN (Persero) selama bulan suci Ramadhan untuk tidak melakukan pemadaman listrik di Banda Aceh.

foto : humas kota banda aceh

GEUNTA.COM, Banda Aceh – Wali Kota Banda Aceh, H Aminullah Usman SE Ak MM meminta kepada PT PLN (Persero) selama bulan suci Ramadhan untuk tidak melakukan pemadaman listrik di Banda Aceh.

Permintaan ini disampaikan Aminullah pada rapat Forkopimda, Selas (15/5) di Pendopo Wali Kota Banda Aceh. Khusus pada rapat Forkopimda edisi Mei ini, Wali Kota mengundang pihak PLN untuk mengetahui kesiapan mereka terhadap jaminan pasokan listrik selama bulan suci Ramadhan 1439 H.

“Saya minta tidak ada pemadaman listrik oleh selama Ramadhan. Ini perlu agar warga dapat menjalankan ibadah puasa dengan nyaman,” pinta Wali Kota.

Dalam kesempatan ini, Wali Kota juga menanyakan kesiapan PLN terhadap pasokan listrik di Banda Aceh, terutama disaat terjadinya beban puncak.

Pihak PLN yang wakili Suvervisor Operasi, Reza Restianda menjelaskan sekilas tentang kebutuhan arus listrik, khususnya Banda Aceh. Katanya, arus listrik untuk kebutuhan Banda Aceh seluruhnya 105 MW, dimana sebanyak 15 MW dipasok dari pembangkit Lueng Bata. Sementara sisanya dipasok dari Sumatera Utara.

“Untuk kebutuhan di Banda Aceh bisa dikatakan surplus kalau pembangkit di Sumatera Utara tidak ada gangguan. Karena kebutuhan Banda Aceh hanya 105 MW. Pasokan kita dari Sumut melebihi dari kebutuhan, kita surplus 50 MW,” ujar Reza.

Lanjutnya, PLN siap memberi pelayanan terbaik kepada warga Banda Aceh selama bulan Ramadhan asal tidak terjadi gangguan pada pada pembangkit di Sumatera Utara.

Juga Bahas Kesiapan Bulog, PDAM dan Damkar

Pada rapat ini, Wali Kota juga meminta penjelasan pihak Bulog, PDAM dan Damkar jelang memasuki bulan suci Ramadhan.

Kepada Bulog, Wali Kota meminta mereka melakukan operasi pasar murah minimal per 10 hari dalam bulan Ramadhan agar bahan pokok tidak mengalami kenaikan.

“Mungkin bisa kita komunikasikan dengan pihak Disperindag, jika perlu kita gelar pasar murah dalam 10 hari sekali. Ini upaya kita agar tidak mengalami kenaikan bahan pokok yang kemudian memberatkan warga,” pinta Wali Kota.

Elmar Findra dari Bulog Divre Aceh memastikan stok beras untuk Banda Aceh cukup untuk tujuh bulan kedepan.

“Stok kita di gudang 3.600 toon Pak, Saya pikir cukup untuk tujuh bulan kedepan. Kemudian kita juga punya stok gula 89 ton dan minyak goreng sebanyak 11.000 liter,” ujar Elmar.

Selain itu, Elmar mengungkapkan pihaknya juga telah menyiapkan stok terigu sebanyak dua ton.

“Ini mungkin sedikit, tapi ketika kita lihat permintaan bertambah kita akan minta tambahan stok dari Jakarta. Intinya kita siap dalam menghadapi ramadhan,” pungkasnya.

Terkait dengan air bersih, sesuai permintaan Wal Kota, Dirut PDAM T Novizal Aiyub mengatakan pihaknya telah melakukan persiapan agar mampu memberikan layanan air bersih bagi warga kota, terutama selama menjalankan ibadah puasa ramadhan.

“Jauh-jauh hari kita sudah bersihkan instalasi air. Khusus untuk rumah ibadah, PDAM akan menyiapkan armada untuk mensupport air ke seluruh masjid di Banda Aceh. Kalau ada masjid yang kurang pasokan air kita siap pasok dengan armada,” ujar Novizal Aiyub.

Pun begitu, Dirut PDAM berharap selama ramadhan tidak terjadi gangguan pasokan listrik dari PLN, karena generator yang dimiliki oleh PDAM tidak akan mampu memberikan dorongan air yang maksimal.

“Sebenarnya kita sangat tergantung PLN juga. Karena kalau listrik padam, generator kita tidak mampu melakukan dorongan yang maksimal. Saya juga berharap PLN tidak melakukan pemadaman,” ungkap T Novizal Aiyub.

Dalam kesempatan ini, Wali Kota juga meminta warga kota selama ramadhan meningkatkan kewaspadaan terhadap ancaman kebakaran. karena sesuai dengan laporan dari kepala Damkar Kota, Nurdin S Sos, dari 74 kasus kebakaran di tahun 2017, 30% diantaranya terjadi pada bulan ramadhan.(rel)

Facebook Comments
ADS SPACE GEUNTA
To Top