Aceh

Bunta Mati, Tingalkan Kepedihan yang Mendalam

Bagi mereka yang selama ini mengenal Bunta tentunya diselubungi kepedihan hati, kepiluan, dan perasaan tidak terdaya. Pasalnya Bunta ditemukan sudah tidak

Populasi gajah Sumatera menurun. Foto | ANTARA FOTO/FB Anggoro

GEUNTA.COM — Bagi mereka yang selama ini mengenal Bunta tentunya  diselubungi kepedihan hati, kepiluan, dan perasaan tidak terdaya. Pasalnya Bunta ditemukan sudah tidak bernyawa dibunuh oleh menusia biadab.

Kabar mati Bunta didapatkan oleh sauadaranya yang hidup bersama-sama di komplek  Conservation Response Unit (CRU) Serbajadi, Gampong Bunin, Kecamatan Serbajadi, Kabupaten Aceh Timur, Sabtu (9/6) sekira pukul 08.00 WIB.

Bunta merupakan gajah Jantan, ia mati karena di racun untuk diambil gadingnya. Pada saat ditemukan Bunta bersimbah darah di tengah hutan Rimba.

Untuk diketahui, Bunta merupakan gajah jantan yang sudah beranjak usia 27 tahun, Ia sudah menjalani kehidupan disana CRU tersebut selama dua tahun. Selama disana ia dikenal Bandel dan Beringas. Tidak ada seorangpun yang berani mendakatinya kecuali Boy dan Yahlan. Kedua orang itu merupakan Mahot bagi si gajah gagah itu.

Sebelumnya Bunta merupakan gajah liar yang hidup di hutan belantara Aceh, pada tahun 2006 Ia ditangkap oleh warga Dusun Bunong Unta, Desa Alue Rambe Buloh Blang Ara, Aceh Utara. Kemudian setelah ditangkap ia di beri nama Bunta yakni singkatan dari Bungong Unta. Kemudian Ia dibawah ke sare untuk disekolahkan. Lalu pada tahun 2016. Disana Unta hidup bersama-sama sejumlah gajah lainnya. Yang ditugaskan untuk menjaga kawanan gajah Liar supaya tidak masuk ke permukiman.

Kepala BKSDA Aceh, Sapto Aji Prabowo mengatakan saat ini tim sudah melakukan pengambilan sampel, berupa jantung, Limpha, usus dan ginjal untuk diuji lab, serta juga diambil sisa patahan gading untuk dijadikan barang bukti.

“Hasil dianosa sementara, tim medis bahwa gajah itu  diduga diracuni, karena organ usus mengalami pendarahan, jatung netroges dan himperemi mengalami pembekakan dan cairan pada roga juga sangat keruh,” sebutnya.

Supaya pelaku segera ditangkap, ia mengajak semua masyarakat dan mitra BKSDA Aceh untuk mencari para pelaku tersebut. Bila ada yang dapat memberikan informasi tentang pelaku, pihak BKSDA Aceh akan meberikan imbalan sebesar Rp10 juta.

“Kita memberikan imbalan bagi siapapun yang bisa memberikan info akurat pembunuh Bunta,” imbaunya.

(HAB)

Facebook Comments
ADS SPACE GEUNTA
To Top