Aceh

Jelang Idul Fitri, BI Lhokseumawe Sediakan Rp 1,55 T Uang Baru

Kantor Perwakilan Bank Indonesia di Lhokseumawe menyediakan uang sejumlah Rp1,55 triliun yang terdiri dari berbagai pecahan untuk memenuhi kebutuhan masyarakat untuk menukar uang dalam menyambut lebaran Idul Fitri.

foto : Rahmat Mirza|geunta.com

GEUNTA.COM, LHOKSEUMAWE – Kantor Perwakilan Bank Indonesia di Lhokseumawe menyediakan uang sejumlah Rp1,55 triliun yang terdiri dari berbagai pecahan untuk memenuhi kebutuhan masyarakat untuk menukar uang dalam menyambut lebaran Idul Fitri.

“Penyediaan uang untuk melayani penukaran tersebut, mengalami peningkatan dari tahun sebelumnya yang hanya mencapai Rp1,42 triliun,” ujar Kepala Kantor Perwakilan (KPw) Bank Indonesia Lhokseumawe, Yufrizal, Rabu (30/5).

Yufrizal menyebutkan uang pecahan itu juga telah disalurkan ke 10 kabupaten/kota yang masuk wilayah kerja BI Lhokseumawe.

“Untuk di Lhokseumawe, kegiatan penukarannya sudah dimulai dari 28 Mei hingga berakhir 7 Juni mendatang yang dipusatkan di halaman Masjid Islamic Center. Ada 12 perbankan yang sudah siap melayani masyarakat. Setiap harinya, uang pecahan yang disediakan mencapai Rp 600 juta,” kata Yufrizal.

Oleh karena itu silahkan masyarakat Lhokseumawe dan sekitarnya datang langsung ke halaman Masjid Islamic Center untuk melakukan penukaran uang.

“Kita menyediakan pecahan uang baik berupa Rp 2 ribu, Rp 5 ribu, Rp 10 ribu, Rp 20 ribu, Rp 50 ribu sampai Rp 100 ribu,” pungkas Yufrizal.

 

KPw BI Lhokseumawe Terus Optimalkan Gerakan Nasional Non Tunai

Kepala KPw Bank Indonesia Lhokseumawe, Yufrizal kepada awak media, Rabu (30/5/2018) mengatakan, penyediaan uang untuk melayani penukaran menyambut lebaran Idul Fitri 1439 H, mengalami peningkatan sebesar Rp1,55 triliun dari tahun sebelumnya yang hanya mencapai Rp1,42 triliun.

 

Kantor Perwakilan Bank Indonesia (BI) Lhokseumawe sampai saat ini terus gencar mensosialisasikan Gerakan Nasional Non Tunai (GNNT) kepada pemilik usaha di wilayah kerja BI setempat, sehingga dapat membantu dan mempermudah masyarakat dalam bertransaksi.

“Kami sudah melakukan sosialisasi Gerakan Nasional Non Tunai ini sejak tahun 2016. Sejak beberapa tahun terakhir kami melakukan kampanye tentang gerakan non tunai, sejumlah pemilik usaha sudah mulai menerima pembayaran dengan non tunai “ Ujar Kepala KPw BI Lhokseumawe, Yufrizal, Rabu (30/05/2018), disela-sela Media Briefing dan buka puasa bersama awak Media.

Pihaknya berharap, masyarakat yang ada di kota Lhokseumawe jangan sampai tertinggal dalam proses sistem pembayaran. Dengan semakin meningkatnya pemilik usaha menerima pembayaran non tunai, hal tersebut dinilai akan memberikan nilai plus terhadap ekonomi di kota Lhokseumawe serta sekitarnya.

Masyarakat di dunia telah berangsur-angsur beralih transaksi berbasis uang kartal (tunai) menjadi non tunai dalam kegiatan ekonominya.

 

“anfaat yang didapatkan dari non tunai ini lebih praktis, keamanan dalam bertransaksi makro ekonomi, dan efisiensi ekonomi yang dilakukan sangat besar,” Jelas Yufrizal. (RMZ)

 

Facebook Comments
To Top