Luar Negeri

Menkeu Jepang Kembalikan Gaji Setahun setelah Terlibat Skandal

Menteri Keuangan Jepang Taro Aso mengatakan dia akan mengembalikan gaji yang telah diterimanya setahun penuh. Hal tersebut dilakukan setelah ia terbukti

PM Jepang Shinzo Abe. Foto | Reuters

GEUNTA.COM — Menteri Keuangan Jepang Taro Aso mengatakan dia akan mengembalikan gaji yang telah diterimanya setahun penuh. Hal tersebut dilakukan setelah ia terbukti terlibat dalam skandal penjualan tanah negara dengan melakukan pemalsuan dokumen.

Dalam konferensi pers pada Senin (4/5), Aso yang juga menjabat sebagai wakil perdana menteri mengatakan, pemalsuan dokumen pemerintah yang dilakukannya tidak dapat diterima dan sangat disesalkan. Ia menegaskan dia akan mengembalikan gajinya sebesar 30 juta yen atau Rp 3,8 miliar.

Hasil penyelidikan menemukan, referensinya terhadap Perdana Menteri Jepang Shinzo Abe dan istrinya telah dihapus dari laporan yang berkaitan dengan penjualan tanah negara yang kontroversial. Taro Aso kemudian menyatakan, ia menerima bahwa skandal itu telah melukai kepercayaan publik terhadap kementerian dan pemerintah tapi dia tidak akan mengundurkan diri.

Sebelumnya, PM Abe telah dituduh terlibat dalam skandal kronisme setelah seorang operator sekolah yang memiliki hubungan dengan istrinya, dilaporkan telah membeli tanah negara dengan potongan harga yang cukup besar. Akan tetapi Abe membantah tuduhan tersebut.

Seorang pejabat senior pemerintah telah mengundurkan diri karena skandal itu. Sementara 20 pejabat lainnya telah dijatuhi hukuman.

Pada 2016, sebuah organisasi nasionalis kontroversial Moritomo Gakuen membeli sebidang tanah dari Kementerian Perhubungan untuk membangun sekolah. Pendiri Moritomo Gakuen adalah salah seorang pendukung Abe yang terkenal.

Kemudian muncul laporan bahwa pembelian tanah itu hanya sekitar seperenam dari nilai pasar. Setelah itu, diketahui istri PM Abe, Akie Abe, terdaftar sebagai presiden kehormatan sekolah tersebut.

Akie Abe kemudian mengundurkan diri dari jabatannya itu di tengah tuduhan bahwa dia telah melobi pemerintah untuk menurunkan harga tanah. Klaim ini tentunya telah ditolak oleh semua pihak yang terlibat.

Skandal itu kembali mencuat ke publik pada Maret lalu, ketika hasil penyelidikan menemukan adanya upaya pemalsuan dokumen kementerian. Hal tersebut menyebabkan seruan pengunduran diri terhadap PM Abe.

“Saya tidak mengarahkan dokumen itu untuk diubah. Bahkan, saya tidak tahu bahwa dokumen itu ada, jadi bagaimana saya bisa melakukannya?” ujar Abe, dikutip BBC.

Skandal ini telah mempengaruhi popularitas PM Abe. Jajak pendapat menunjukkan dukungan pemilih untuk pemerintah pada tingkat terendah sejak Abe mengambil alih kekuasaan pada 2012.

Facebook Comments
To Top