Nasional

Ada Iklan Jokowi di Bioskop, Ini Kata Bawaslu

Ketua Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Abhan enggan berkomentar banyak soal iklan di bioskop yang menampilkan pembangunan bendungan oleh Presiden Joko Widodo

Ketua Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Abhan saat berbicara kepada awak media di kantornya, Jakarta, Jumat, 31 Agustus 2018. Foto: Tempo/Syafiul Hadi

GEUNTA.COM — Ketua Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Abhan enggan berkomentar banyak soal iklan di bioskop yang menampilkan pembangunan bendungan oleh Presiden Joko Widodo. Iklan tersebut menjadi perbincangan karena dinilai sebagai bentuk kampanye bagi Jokowi sebagai inkumben.

Abhan tak mau menyebutkan iklan tersebut merupakan kampanye capres Jokowi atau tidak. Menurut dia, sampai saat ini belum ada penetapan calon presiden dan wakil presiden yang akan mengikuti pilpres 2019.

“Sampai hari ini kan belum ada peserta pemilu pilpres, baru nanti tanggal 20 September penetapan. Kita lihat setelah penetapan,” kata Abhan di Perguruan Tinggi Ilmu Kepolisian, Jakarta, Kamis, 13 September 2018.

Iklan di bioskop yang berisi video pembangunan bendungan ramai dibahas di media sosial. Iklan tersebut berisikan bagaimana pembangunan beberapa bendungan di Indonesia. Di akhir iklan, ada kutipan dari Presiden Joko Widodo yang diikuti dengan tagar #MENUJUINDONESIAMAJU.

Wakil Ketua DPR Fadli Zon turut mengkritik penayangan iklan ini di bioskop. Melalui akun Twitter-nya, dia menuliskan agar sebaiknya iklan ini dicopot dari bioskop.

Pelaksana tugas Kepala Biro Humas Kementerian Komunikasi dan Informatika Ferdinandus Setu mengatakan iklan tersebut merupakan bagian dari kerja Kemenkominfo sebagai humas pemerintah. Sebagai humas, kata dia, Kemenkominfo memang bertugas menunjukkan capaian pemerintah.

“Kemenkominfo selalu berupaya menyampaikan program, kebijakan, kegiatan dan capaian, baik yang sudah, sedang, dan akan dilakukan pemerintah kepada publik melalui berbagai saluran yg tersedia, termasuk melalui iklan layanan masyarakat,” ujar Fernandus, Rabu, 12 September 2018.

Ferdinandus juga membantah jika iklan di bioskop itu dikaitkan dengan kampanye Jokowi yang akan maju kembali dalam pilpres 2019. “Itu bukan kampanye. Kemenkominfo menjalankan amanat undang-undang sebagai humas pemerintah,” ujarnya.

SUMBER: TEMPO
Facebook Comments
To Top