Selamat hari Raya Idul Adha
Pojok

Neno Warisman, dari Dunia Hiburan ke Panggung Politik

Wakil ketua tim pemenang calon presiden pasangan no urut 02 Prabowo Subianto- Sandiaga Salahudin Uno, Neno Warisman menyampaikan orasi politik saat menghadiri silaturahmi dan deklarasi pemenangan pilpres di Banda Aceh, Minggu (30/9). Mereka menyatakan optimis memenangkan pasangan Prabowo-Sandi priode 2019-2024 pada pilpres tahun 2019 dengan 75 persen suara. ANTARA FOTO/Ampelsa

GEUNTA.COM, Banda Aceh – Titi Widoretno Warisman atau yang lebih dikenal dengan nama Neno Warisman resmi menjabat Wakil Ketua Badan Pemenangan Nasional (BPN) pasangan calon presiden dan wakil presiden Prabowo Subianto-Sandiaga Uno di Pemilihan Presiden (Pilpres) 2019 mendatang.

Nama Neno melambung pertama kali di panggung hiburan. Dia dikenal sebagai seorang penyanyi dan bintang film di era 1980-an. Beberapa album yang pernah ditelurkannya antara lain Neno (1983), Matahariku (1983), Matahatiku (1984), Kulihat Cinta Dimatanya (1985), Katakan Cinta Padaku (1986), Pujaan Dewi (1987), Sebuah Obsesi (1988), serta album kompilasi berjudul The Very Best of Neno Warisman.

Beberapa lagu hits pun dicetaknya, termasuk ‘Nada Kasih’ yang berduet dengan Fariz RM. Bahkan, di era yang sama sisi religius Neno sudah terlihat dengan merilis lagu religi bertajuk ‘A Ba Ta Tsa’.

Karier Neno di dunia seni peran ditunjukkan dalam sinetron bertajuk Sayekti dan Hanafi yang terkenal dan tayang di Televisi Republik Indonesia (TVRI). Bahkan, Neno berhasil masuk dalam nominasi Aktris Terbaik Festival Film Indonesia (FFI) 1989 setelah tampil dalam film Semua Sayang Kamu (1989).

Wanita kelahiran 21 Juni 1964 itu memilih menyingkir dari hingar-bingar panggung hiburan di dekade selanjutnya. Ia fokus dalam kegiatan sosial-kemasyarakatan.

Ia pun tercatat mulai mendalami agama Islam. Pada 1990-an, Neno sudah mengenakan hijab dan kerap membantu program pendidikan anak.

Hingga akhirnya, ia mengikuti jejak beberapa artis dengan mulai terjun ke dunia politik dalam beberapa tahun terakhir.

BACA JUGA: Ini Kata Neno Warisman saat Deklarasi #2019GantiPresiden di Aceh

Neno juga terlibat aktif dalam beragam aksi menolak Ahok dalam kasus penistaan agama pada akhir 2016 hingga 2017. Bahkan Neno menjadi inisiator dan mengelola Gerakan Ibu Negeri (GIN) dalam mengkampanyekan anti-Ahok.

Belakangan Neno merupakan tokoh wanita yang banyak terlibat dalam gerakan #2019GantiPresiden. Neno beberapa kali mendapatkan musibah yang ia duga sebagai imbas dari posisi politiknya sebagai oposisi pemerintah saat ini.

Salah satu musibah yang dimaksud ialah insiden kebakaran mobilnya yang terjadi tepat di depan rumahnya di Cimanggis, Depok, Jawa Barat pada 18 Juli 2018.

Neno pun berulang kali diadang oleh sekelompok masyarakat di sejumlah daerah saat hendak mengorasikan gerakan #2019GantiPresiden, seperti terjadi di Bandara Sultan Syarif Kasim II, Pekanbaru, Riau pada 25 Agustus 2018.

Kala itu, Neno mengaku mobil yang ditumpanginya sempat ditimpuki oleh sejumlah massa pengadang dan sejumlah oknum bersenjata.

“Ya, ya tadi mobil ditimpukin dan dipaksa semua orang keluar dari mobil. Dan sekarang dibawa ke dalam bandara. Terus pakai ada senjata semuanya, bapak-bapak bersenjata,” kata Neno ketika itu.

Rangkaian peristiwa tersebut tak menyurutkan semangat Neno untuk terus menyuarakan dan mendukung pergantian tampuk kepemimpinan di negara ini dari tangan Joko Widodo.

Kini, ia menjadi salah satu ‘motor penggerak’ yang mengampanyekan berbagai program Prabowo-Sandi. Di BPN Prabowo-Sandi, Neno akan menjadi anak buah Djoko Santoso dan bekerja bersama dengan politikus PKS yang juga inisiator gerakan #2019GantiPresiden Mardani Ali Sera serta sejumlah tokoh oposisi lainnya.

 

Sumber: CNNindonesia.com

Facebook Comments

Most Popular

To Top