Selamat hari Raya Idul Adha
Aceh

Di Lhoksukon, Ada Pohon Bambu Pantang Ditebang

Bambu keramat. Foto: ist

GEUNTA.COM, Aceh Utara – Pastinya setiap pohon bambu dimanfaatkan oleh masyarakat untuk berbagai keperluan. Namun, berbeda dengan pohon bambu yang ada di Aceh Utara, Aceh.

Pohon bambu itu dalam bahasa Aceh disebut Trieng Pantang, artinya bambu pantangan. Menurut cerita, pohon bambu di tempat itu sudah ada ratusan tahun lalu. Tidak seorang pun diperbolehkan mengambilnya. Jika berani, maka resiko ditanggung sendiri.

Sebutan Trieng Pantang itupun melekat menjadi nama desa tempat pohon bambu tersebut berada yaitu Desa Trieng Pantang, Kecamatan Lhoksukon, Aceh Utara.

“Pohon Bambu Pantang (Trieng Pantang) ini sudah ada sejak dahulu. Sudah tumbuh sebelum tahun 1607 M. Dulunya merupakan tempat persinggahan Sultan Iskandar Muda dan para penggikutnya,” kata Kepala Desa Trieng Pantang, Hasanuddin kepada detikcom, Rabu (3/10/2018).

Hasanuddin menjelaskan tidak ada seorang pun yang berani mengambil pohon bambu tersebut. Hanya boleh digunakan untuk kebutuhan tempat tersebut. Tidak boleh digunakan keluar pekarangan, termasuk untuk keperluan pagar masyarakat dan tempat ibadah. Jika berani maka resikonya tanggung sendiri.

“Waktu lalu, ada dayah atau tempat pengajian pernah mengambil pohon bambu di tempat itu untuk bikin pagar. Kemudian, mereka harus mengembalikan bambu itu ke tempatnya lagi karena dirasakan pada malam hari, seperti ada garukan harimau pada bilik-bilik dayah tersebut,” sebut Hasanuddin.

Selain bambu, di sekitaran tempat itu ada juga tumpukan tanah yang dipergunakan untuk melepaskan nazar bagi para petani sawah. Bukan mitos atau dongeng, di tempat itupun ada tikus berukuran besar seukuran kelinci atau disebut tikus putih. Termasuk ada seperti sesosok seekor harimau yang tidak tampak tapi menjaga pekarangan pohon bambu. Warga Aceh sering menyebutkan Harimau Tengku Malem Diwa.

Sekarang, pohon bambu pantang sudah dijadikan tempat wisata religi bagi warga yang hendak melepaskan nazar. Termasuk juga sudah bisa salat, melepaskan lelah dan istirahat. Soalnya, sudah ada pondok berukuran 4×4 dan juga penerangan. Jadi tidak perlu takut untuk berkunjung.

Facebook Comments

Most Popular

To Top