Selamat hari Raya Idul Adha
Aceh

Ketua Hipmi Aceh Terpilih Sowan ke Kadin Aceh, Lahirkan Kesepakatan ini

HIPMI Aceh dan Kadin Aceh.

GEUNTA.COM, Banda Aceh – Usai terpilih menjadi Ketua Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (Hipmi) Aceh, Risky Saputra bersama rombongan bersilaturahmi ke Kantor Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Aceh, Kamis, 4 Oktober 2018.

Dalam pertemuan tersebut Kadin Aceh dan Hipmi Aceh melahirkan dua kesepakatan, diantaranya,  pertama pembentukan posko bersama untuk korban gempa tsunami Palu dan Donggala.

Kedua, melalui Baitul Qiradh (binaan Kadin Aceh), akan menyalurkan modal usaha kepada warga perekonomian menengah kebawah, dengan dana berfariasi paling tinggi 10 juta per modal usaha.

Risky dan kawan-kawan disambut oleh Komite Penyelamatan Kadin Aceh (KPKA) yang terdiri dari Muhammad Mada, Iqbal, T Jailani Yacob, Rahman Rasyid dan Iqbal Idris. Serta hadir juga Ketua Kadin Kota Banda Aceh, Muntasir Hamid bersama pengurus dan perwakilan Kadin Aceh Besar.

Dalam sowan tersebut, Iqbal, yang juga menjabat sebagai Wakil Ketua Umum (Waketum) Kadin Aceh berbagi cerita kepada para pengusaha-pengusaha muda itu.

Iqbal menyampaikan beberapa hal, salah satunya tentang polemik yang dialami Kadin Aceh saat ini.

“Kadin merupakan wadah organisasi bagi dunia usaha atau induk dari himpunan dan organisasi dunia usaha, maka semua organisasi yang bergerak di dunia usaha Kadinlah tempat berhimpun,” ujar Iqbal.

Namun, Iqbal mengungkapkan, Kadin yang ia naungi itu sedang dalam masalah. Pasalnya, ia bersama pengurus lainnya sedang menghidupkan kembali roda organisasi Kadin Aceh yang telah keluar dari jalur.

“Selama ini kantor Kadin Aceh sangatlah melenceng fungsinya. Tidak sesuai AD/ART Kadin. Kemudian ditambah lagi Ketua Umum (Ketum) Kadin Aceh, Firmande, ingin membangun dinasti disini,” ungkpanya.

BACA JUGA: Dahlan Sulaiman: Organisasi tak Berjalan, Kadin Aceh Lumpuh

Kata Iqbal, terlalu banyak nepotisme yang dilakukan Ketum Kadin Aceh. Bahkan, kepengurusan periode 2013-2018 yang ia duduki saat ini tidak pernah dilantik oleh Kadin Indonesia.

“Mungkin Firmandez malu dilantik oleh Kadin Indonesia karena 11 orang yang tertera dalam SK (Surat Keputusan)  adalah dari keluarganya.”

Muhammad Mada alias Cek Mada.

Selanjutnya, atas nama KPKA,  Muhammad Mada mengapresiasi kepada adik-adik dari Hipmi Aceh yang telah berhasil lepas dari kebekuan kepengurusan lama, yakni dinasti Firmandez.

“Kami dari Komite Penyelamatan Kadin Aceh juga akan bergerak bersama-sama dengan semua organisasi yang bernaung dibawah Kadin untuk menghidupkan kembali Kadin Aceh ini. Selama ini sangat tidak wajar alias janggal perlakuan ketua di semua urusan yang berkaitan dengan Kadin,” ungkap pria yang dikenal dengan sebutan Cek Mada itu.

BACA JUGA: Pengurus KADIN Aceh Ambil Alih Kantor dari Firmandez cs

 

Facebook Comments

Most Popular

To Top