Banda Aceh

Mediator Perdamaian RI-GAM Tiba di Aceh, Kenapa ya?

Senior Adviser CMI, Jaakko Oksanen tiba di Aceh. Foto: Eko Deni Saputra

GEUNTA.COM, Banda Aceh – Crisis Management Initiatitive (CMI) atau organisasi yang memprakarsai perjanjian damai di Helsinki, Finlandi, tahun 2005 antara Pemerintah Indonesia dan Gerakan Aceh Merdeka (GAM) berkunjung ke Aceh.

Dalam kunjungan yayasan non pemerintah yang pernah ikut menengahi konflik GAM-RI pada 13 tahu lalu itu, Senior Adviser CMI, Jaakko Oksanen, disambut oleh Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Aceh (DPRA), Muharuddin, beserta anggota fraksi lainnya di kantor  DPRA, Kota Banda Aceh, Kamis (18/10/2018).

Pada pertemuan tersebut, Jaakko, menyampaikan jika kedatangannya ke Aceh bertujuan untuk melihat sejauh mana update terkini pasca perdamaian antara RI-GAM.

“Kami ke Aceh dalam rangka ingin mencari tau sendiri perkembangan terkini tentang Aceh pasca perdamaian,” ujar Jaako.

Anggota parlemen Aceh menjadi tujuan utama CMI mengorek informasi. Pasalnya, di DPRA sendiri, banyak para elite eks kombatan GAM yang menguasai parlemen lewat fraksi Partai Aceh.

Seperti diketahui, sebelum ke Aceh, Selasa 16 Oktober 2018, Jaakko Oksanen telah menemui Wakil Presiden Indonesia, Jusuf Kalla, di Jakarta. Jusuf Kalla merupakan tokoh kunci dalam perdamaian di Aceh.

Facebook Comments
To Top