Selamat hari Raya Idul Adha
Nasional

SBY: Gempa dan Tsunami Aceh Menyatukan TNI dengan GAM

FOTO: Abror/presidenri.go.id

GEUNTA.COM, Jakarta – Bencana gempa bumi dan tsunami yang melanda Sulawesi Tengah dinilai Presiden Republik Indonesia ke-6, Susilo Bambang Yudhoyono atau SBY memiliki makna penting.

Layaknya bencana serupa di Aceh dan Nias pada tahun 2004 silam. Kala itu, gempa bumi dan tsunami yang meluluhlantakan Aceh dan Nias menyatukan TNI dan anggota Gerakan Aceh Merdeka (GAM).

Kedua belah pihak sepakat untuk melakukan gencatan senjata dan berjibaku menyelamatkan seluruh korban jiwa.

“Dan saya juga ingat, ketika tsunami dan gempa bumi menghantam Aceh dan Nias, waktu itu saudara-saudara masih ingat, masih dalam situasi operasi militer. Negara menghadapi saudara-saudara kita di pihak GAM,” ungkap SBY lewat channel Youtube miliknya @SusiloBambangYudhoyono pada Minggu (30/9/2018) malam.

“Maka karena hari pertama saya masih di Jayapura, hari kedua sampai di Lhoksemawe, pak Jusuf Kalla ada di Banda Aceh, saya serukan untuk melakukan semacam gencatan senjata kepada pihak GAM dan tentunya pihak TNI sendiri,” tambahnya.

Keputusan untuk menghentikan seluruh operasi militer dan bersama-sama membantu menyelamatkan korban jiwa dalam status tanggap darurat menjadi fokus SBY kala itu.

Karena itu seluruh pasukan TNI yang berada di garis depan penyerbuan GAM ditarik mundur untuk membantu masyarakat.

“Saya mengetahui sendiri TNI kita, di bawah kepemimpinan Panglima TNI Jenderal Endriartono Sutarto (2002-2006) dan Kasad Jenderal Ryamizard (2002-2005) yang waktu itu di depan (tanggap darurat), siang dan malam TNI kita membantu mengangkuti jenazah sodara kita menyelamatkan mereka yang masih bisa diselamatkan dan akhirnya tanggap darurat dapat dilaksanakan dengan baik,” jelas SBY.

“Itu saran dan pandangan saya, marilah kita samakan dulu, bersatu padu kita membantu pemerintah, membantu saudara-saudara kita dan sementara saya kira kegiatan kampanye pemilu kita hentikan dulu,” tambahnya.

Sebelumnya, SBY minta agar Joko Widodo selaku Calon Presiden Republik Indonesia petahana menghentikan seluruh kegiatan kampanyenya saat ini.

Alasannya, Jokowi-sapaan Joko Widodo; harus fokus melakukan operasi penyelamatan, mulai dari tanggap bencana hingga rekonstruksi wilayah terpapar bencana.

Hal tersebut diungkapkan SBY lewat channel Youtube miliknya @SusiloBambangYudhoyono pada Minggu (30/9/2018) malam.

Dalam video berdurasi tiga menit 20 detik itu, SBY menimbang soal kedatangan Jokowi pada hari ketiga setelah gempa bumi, yakni Minggu (30/9/2018) serta posisinya yang tengah menjalani rangkaian kampanye.

“Meskipun tidak sebesar dan sedasyat gempa bumi dan tsunami di Aceh dan Nias dulu, kali ini memang, gempa bumi dan tsunami yang melanda Sulawesi Tengah juga besar, korbannya kita saksikan juga besar. Oleh karena itu, tindakan cepat pak Presiden Jokowi untuk berkunjung ke daerah bencana saya nilai tepat,” jelas SBY.

Dengan datang langsung ke daerah bencana, lanjutnya, Jokowi dapat melihat situasi, mengambil keputusan dan nanti operasi tanggap darurat akan berjalan dengan cepat, tapi juga efektif.

Dalam keadaan seperti ini, SBY berpendapat dan menyarankan agar kegiatan kampanye pemilu dihentikan untuk sementara waktu di Sulawesi Tengah, Palu, Donggala dan sekitarnya.

“Saya kira saatnya kita menunjukkan solidaritas untuk saudara-saudara kita yang mengalami musibah dan sekaligus membantu pemerintah untuk mengatasi bencana ini. Baik pada fase tanggap darurat, atau apabila saatnya rehabilitasi dan rekonstruksi,” ungkap SBY.

 

Facebook Comments

Most Popular

To Top