Aceh

GeRAK Serahkan Dokumen Dugaan Korupsi di Abdya ke KPK

Penyerahan berkas dugaan korupsi, proyek pembanguan pasar moderen di Aceh Barat Daya (Abdya) kepada Wakil Ketua KPK di Aula Kampus Poltekkes Kemenkes Aceh, Kamis (15/11/18). Foto: Geunta.com/Ahlul

GEUNTA.COM, Aceh Besar – Gerakan Anti Korupsi (GeRAK) Aceh menyerahkan dokumen dugaan korupsi kepada Wakil Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Laode Muhammad Syarif, Kamis (15/11/18).

Momen tersebut dilakukan ketika Laode menjadi narasumber pada acara seminar anti korupsi yang diadakan di Aula Poltekkes Kemenkes Aceh, Lampeunerut, Kabupaten Aceh Besar.

Adapun berkas dugaan yang diberikan tersebut berkenaan dengan proyek pembangunan pasar modern di Aceh Barat Daya (Abdya) senilai 58,68 miliar. Sebelumnya, kasus tersebut sudah dihentikan oleh Kejaksaan Tinggi (Kejati) Aceh pada 13 September 2018 karena dinilai tidak ada pelanggaran hukum pada proyek tersebut.

Namun, menurut hasil penulusuran yang dilakukan oleh pihak GeRAK Aceh tidak sependapat dengan Kejati. Pasalnya, mereka menilai spesifikasi bangunannya tidak sesuai dan banyak temuan-temuan yang berpotensi menimbulkan dugaan tindak pidana korupsi.

“Kualitas bangunan berdasarkan hasil uji lab, ditemukan fakta bahwa bangunannya tidak sesuai,” jelas Askhalani selaku Koordinator GeRAK Aceh.

Pihak GeRAK Aceh juga menemukan unsur pelanggaran berdasarkan keterangan dari Kajati terkait aliran dana dari hasil proses suap menyuap terhadap pelaksanaan tender dalam proyek pembangunan pasar modern di Abdya tersebut.

“Ditemukan empat sampai lima aliran dana proses suap menyuap yang ditemukan tim Pusat Pelaporan dan Analisis Transaksi Keuangan (PPATK),” lanjutnya.

Menanggapi hal tersebut, Wakil Ketua KPK Laode Muhammad Syarif, menjelaskan bahwa kasus yang diserahkan itu masih ditangani oleh Kejati Aceh. Namun, Laode memastikan pihaknya akan datang ke Aceh guna melakukan penelusuran terhadap berkas-berkas yang berada di Kejati Aceh.

“Saya akan meminta tim koordinasi KPK untuk menanyakan lagi kepada teman-teman Kejaksaan yang ada di Aceh,” jelasnya.

Facebook Comments
To Top