Marhaban ya ramadhan
Aceh

Di Aceh Shalat Tarawih dalam Gelap, di Sumut Mati Lampu saat Sahur

Foto: Rencongpost/Hendri

GEUNTA.COM — Pasokan listrik untuk penerangan tak hanya dibutuhkan di bulan Ramadhan. Namun, pemadaman listrik di bulan ini menjadi lebih sensitif karena kegiatan ibadah ramadhan bagi ummat Islam lebih intensif pada malam hari.

Mulai dari kegiatan buka puasa, shalat tarawih, qiamullail dan tadarrus, hingga makan sahur sebelum waktu subuh tiba. Meski begitu, mati lampu bukan berarti ibadah di malam-malam ramadhan juga mati. Ummat Islam tetap saja khusyuk waktu shalat dalam kegelapan, atau bangun sahur dengan alat penerangan seadanya.

Di Sumatera Utara (Sumut), listrik padam saat ummat Islam bersiap-siap sahur, Kamis (9/5), pukul 03.00 WIB. Listrik padam di seluruh kecamatan yang ada di Kota Medan. Begitupula di Kabupaten Deliserdang, Kota Siantar, dan Kota Padangsidimpuan.

Di Aceh, sebagian ummat Islam juga bergelap-gelapan saat menjalankan shalat tarawih, Kamis malam (9/5), karena terjadi pemadaman listrik bergilir di sejumlah kabupaten dan kota. Pemadaman berlangsung pada waktu sahur dan shalat tarawih selama tiga jam.

Atas kejadian itu, sebagian warga bereaksi. Misalnya, Rizwan (30), warga Lampakuk.”Merasa kecawa saja karena  sedang menjalani ibadah bulan suci Ramadan lampu mati,” katanya.

Kekecewaan warga juga disampaikan lewat media sosial. Apalagi listrik padam saat sahur. Tidak semua warga mempersiapkan diri. Dalam kondisi mati lampu, mereka butuh penerangan seperti lilin atau lampu darurat.

Manager Komunikasi PLN UIW Aceh T Bahrul Halid mengatakan, peralatan pada Gardu Induk Belawan tanggal 9 Mei 2019, pukul 02.45 WIB, mengakibatkan Manual Load Shedding (MLS) pada sistem kelistrikan sumatera bagian utara tidak dapat beroperasi. PLTU Nagan Raya Unit 1 dan 2 tidak dapat beroperasi dan berdampak pemadaman bergilir pada sub sistem Aceh.

Baca Juga:  Pos Indonesia Kesulitan Bayar Gaji Karyawan

“Maka dengan terpaksa kami melakukan penyalaan bergilir di daerah Lhokseumawe, Bireun, Pidie, Pidie Jaya, Takengon, Bener Meriah, Banda Aceh, Meulaboh, Nagan Raya, Blangpidie dan sekitarnya,” katanya.

Saat ini petugas sedang berusaha melakukan perbaikan dan pengaturan beban kembali. “Mohon maaf atas ketidaknyamanan ini,” katanya. Untuk saat ini, kata Bahrul, petugas sedang berusaha melakukan perbaikan dan pengaturan beban kembali.

Alasan sama disampaikan Manager Komunikasi PLN UIW Sumatera Utara Rudi Artono. Dia mengatakan, PLN tengah melakukan pemulihan cepat akibat kerusakan yang terjadi pada beberapa Pembangkit Listrik sistem kelistrikan Sumatera Bagian Utara (Sumbagut).

“Setelah diselidiki, kerusakan terjadi pada Current Transformer (CT), peralatan yang mengubah besaran arus dari besar ke kecil ataupun sebaliknya sesuai dengan kebutuhan yang diperlukan, dengan arus 150 kV,” ujarnya.

Beberapa Pembangkit seperti PLTU Nagan Raya 1 dan 2, PLTU Pangkalan Susu 2, PLTGU Belawan, ST 2.0, PLTG Marine Vessel Power Plant dan Belawan, serta PLTD AKE mengalami trip atau padam terpaksa dan harus dilakukan recovery dengan waktu yang cukup lama.

“Kita telah melakukan pemulihan bertahap, mohon maaf jika waktu sahur masyarakat menjadi terganggu,” kata Rudi.

SUMBER: INDONESIAINSIDE
Facebook Comments
To Top