Kesehatan

Ibu Menyusui ASI Eksklusif Dianjurkan untuk Tidak Puasa, Mengapa?

Ilustrasi ibu berbicara dengan bayi. shutterstock.com

GEUNTA.COM — Ibu yang sedang menyusui bayi berusia di bawah enam bulan disarankan tidak berpuasa selama Ramadan. Di usia tersebut, bayi masih mengandalkan air susu ibu atau ASI sebagai asupan nutrisinya. Jadi, ibu menyusui juga harus memperhatikan kondisi dan asupan makanan yang dikonsumsi.

Demikian dikatakan Ketua Umum Asosiasi Ibu Menyusui Indonesia (AIMI) Nia Umar IBCLC. “Allah memberi kita keringanan tidak berpuasa saat menyusui. Kita bisa membayar dengan berpuasa setelah tidak lagi menyusui,” kata Nia saat dihubungi di Jakarta, Sabtu, 11 Mei 2019.

Nia mengatakan Al Quran menyatakan bahwa menyusui adalah ibadah bagi seorang ibu. Yang terpenting adalah ibu harus bisa mengenali kondisi diri dan bayinya ketika memutuskan akan puasa Ramadhan.

“Menyusui yang efektif akan membuat ibu haus. Bila berpuasa, tentu rasa hausnya akan lebih berlipat ganda,” tuturnya.

Menurut Nia, ada juga bayi ASI eksklusif yang sensitif dan akan lebih rewel bila ibu berpuasa saat menyusui. Karena itu, ibu menyusui juga harus bisa membaca tanda-tanda yang ditunjukkan oleh bayi.

“Tentu ibu satu dengan yang lain berbeda kondisinya. Ada banyak faktor yang mempengaruhi seperti hormon, aktivitas. Setiap ibu harus bisa mengukur kemampuan masing-masing,” katanya.

Yang harus diingat, kata Nia, jangan menjadikan menyusui sebagai kompetisi dengan ibu menyusui yang lain. Jangan karena melihat ibu menyusui lain bisa tetap berpuasa, lalu memaksakan untuk ikut berpuasa tanpa mempertimbangkan kondisi diri dan bayi.

“Ingat, menyusui anak itu adalah ibadah,” ujarnya.

SUMBER: TEMPO
Facebook Comments

Most Popular

To Top