Selamat hari Raya Idul Adha
Tekno

Jepang Uji Coba Kereta Peluru Berkecepatan 400 Kilometer per Jam

Kereta peluru Shinkansen model ALFA-X buatan Jepang.[CNN]

GEUNTA.COM — Jepang menguji coba kereta peluru tercepat di dunia yang mampu mencapai 400 kilometer per jam.

Kereta Shinkansen model ALFA-X mulai uji coba operasional selama tiga tahun pada hari Jumat kemarin, seperti dilaporkan dari CNN, 12 Mei 2019.

Begitu mulai beroperasi sekitar tahun 2030, kereta ini akan berjalan pada kecepatan hingga 360 kilometer per jam, yang menjadikannya kereta peluru tercepat di dunia.

Kereta peluru ini juga akan melampaui kereta Fuxing Cina, yang melaju pada 10 km/jam lebih lambat meskipun dirancang dengan kemampuan kecepatan yang sama seperti ALFA-X.

Desain futuristik model ini memiliki 10 gerbong dan hidung yang runcing.

Kereta diuji pada jalur antara kota Sendai dan Aomori, yang berjarak sekitar 280 kilometer. Tes akan dilakukan setelah tengah malam, ketika garis sepi, dan akan dilakukan dua kali seminggu.

Kereta peluru Shinkansen model ALFA-X memiliki kecepatan di atas to 360 km per jam.[CNN]

ALFA-X menandai tahap baru pertumbuhan Shinkansen, mendorong layanan kereta kecepatan tinggi yang terkenal di dunia bahkan lebih cepat menuju masa depan.

Debut pengujiannya datang ketika Shinkansen model N700S yang juga memiliki kecepatan tinggi melanjutkan tes yang dimulai lebih dari setahun yang lalu.

Model N700S akan mulai beroperasi pada tahun 2020, tetapi kecepatan maksimumnya hanya 300 km/jam, atau sama seperti kereta model N700 lainnya. Namun kecepatan model seri N700 akan dengan mudah dilampaui oleh ALFA-X.

Pengembangan model-model kereta peluru Shinkansen baru, bertepatan dengan persiapan Jepang untuk menjadi tuan rumah Olimpiade Musim Panas 2020 di Tokyo.

Tidak peduli berapa kecepatan yang dicapai kereta selama menjalankan uji, kereta peluru Shinkansen Model ALFA-X tidak akan menyamai kereta kecepatan levitasi magnetik Japan Railway atau maglev, kereta yang juga diproduksi Jepang dan mampu mencapai 603 kilometer per jam di jalur eksperimental pada 2015.

SUMBER: TEMPO | CNN
Facebook Comments

Most Popular

To Top