Selamat hari Raya Idul Adha
Aceh besar

Tolak Hasil Pleno KIP Aceh Besar, Simpatisan Partai Bakar Tenda dan Kursi

Foto: Doc. Pri

GEUNTA.COM — Puluhan simpatisan partai politik melakukan aksi penolakan hasil Pleno Komisi Independen Pemilihan (KIP) Aceh Besar dengan membakar sejumlah kursi dan tenda yang didirikan diluar gedung DPRK Aceh Besar, Jumat (10/5/2019) siang.

Sebuah video kericuhan itu juga sempat tersebar melalui WhatsApp. Dalam video itu, suasana di luar gedung DPRK Aceh Besar terlihat sejumlah orang berteriak, tenta dan beberapa kursi terbakar.

Seperti berita sebelumnya, sejumlah partai politik peserta pemilu di Kabupaten Aceh Besar menolak hasil Pleno atau Rekapitulasi Penghitungan Suara untuk tingkat DPRA, yang telah dilakukan oleh KIP Aceh Besar.

Penolakan ini, diduga karena KIP Aceh Besar tak mampu memenuhi permintaan sejumlah parta politik  untuk membuka kotak suara yang dicuragai telah terjadi penggelembungan surat suara. Oleh sebab itu, mereka meminta agar KIP Aceh Besar melakukan perhitungan ulang surat suara.

“Alasan kami tidak mau menerima hasil rekapitulasi proses ini, karena kami menilai ada Pelanggaran terstruktur, sistematis, dan massif yang dilakukan pihak-pihak tertentu,”  Sebut Ketua DPW PA Aceh Besar, Saifuddin Yahya alias Pak Cek kepada awak Media dalam konferensi Pers di Samahani, Rabu, (8/5/2019).

Penolakan tersebut sebutnya didasari atas tiga persoalan, yaitu daftar pemilih Aceh Besar yang tidak sesuai DPT atau terjadi penambahan pada kertas suara, hasil rekap kecamatan yang terjadi penggelembungan suara dan ditemukannya salinan form C-1 dan DA-1 ganda.

“Kami sebagai partai politik merasa telah dipermainkan, oleh janji manis mereka. Kata mereka akan buat pleno ulang malam, namun setelah kami susul mereka, mereka sudah tidak ada, hingga rapat pleno yang dijanjikan juga tak dilaksanakan sampai sekarang,” sebutnya.

Pada kesempatan itu, mereka nyatakan akan terus berjuang untuk memperjuangkan suara rakyat.

Sementara itu, seperti dilansir dari beritakini co, Ketua KIP Aceh Besar menyebutkan jum’at, pihaknya telah menyarankan parpol yang merasa keberatan dan memiliki bukti untuk menempuh jalur hukum. Namun katanya sejumlah parpol itu tetap ingin agar KIP mengesekusi rekomendasi Panwaslih.

Akhirnya kericuhan tak dapat diredamkan, di dalam gedung yang seharusnya pleno terbuka rekapitulasi suara pleno terebuka perhitungan suara pemilu menjadi arena debat dan saling adu argument.

Sedangkan diluar gedung menurut informasi puluhan simpatisan, menjelang masuk ibadah shalat ashar tadi membakar tenda dan kursi serta melempar bangku. Bahkan beberapa massa berusaha masuk gerbang dengan menerobos kawalan petugas kepolisian.

Karena massa semakin panas, akhirnya pihak kepolisian melepaskan tembakan dari mobil water cannon.

Menurut informasi kericuhan itu hanya berlangsung belasan menit dan setelah itu  kondisi kembali kondusif.

 

VIA; RENCONGPOST
Facebook Comments

Most Popular

To Top