1 Muharram 1441 H
Nasional

Pemerintah Kembali Buka Lowongan CPNS dan PPPK 2019 Besar-besaran

Sesuai janji, pemerintah kembali membuka besar-besarkan lowongan Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) pada tahun ini. Selain

Peserta bersiap mengikuti tes Seleksi Kompetensi Dasar (SKD) calon pegawai negeri sipil (CPNS) di Gedung Wali Kota Jakarta Selatan, Jumat (26/10). Tes SKD CPNS diselenggarakan mulai 26 Oktober hingga 17 November 2018. (Liputan6.com/Immanuel Antonius)

GEUNTA.COM — Sesuai janji, pemerintah kembali membuka besar-besarkan lowongan Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) pada tahun ini. Selain itu, lowongan untuk Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK) juga akan dibuka.

Tak tanggung-tanggung, jumlah formasi penerimaan para calon abdi negara tersebut mencapai 254.173 kursi. Angka ini lebih besar jika dibandingkan dengan tahun lalu yang tercatat 238.015 formasi.

Rincian lowongan tersebut, untuk pemerintah pusat dialokasikan sebanyak 46.425 formasi untuk CPNS sebesar 23.213 formasi dan PPPK sebesar 23.212 formasi.

Untuk CPNS Pusat dibagi lagi untuk pelamar umum sebanyak 17.519 formasi dan dari sekolah kedinasan sebanyak 5.694 formasi.

Sementara untuk pemerintah daerah, dialokasikan sebanyak 207.748 formasi untuk CPNS dan PPPK.

Untuk CPNS daerah sebanyak 62.324 formasi yang akan dibuka untuk pelamar umum sebanyak 62.249 formasi dan dari sekolah kedinasan (STTD) sebanyak 75 formasi.

Sedangkan untuk PPPK yang akan diisi dari eks tenaga honorer ketegori II (THK-II) dan honorer sebanyak 145.424 formasi.

Rencananya proses pendaftaran untuk PPPK akan dimulai lebih dulu. Sedangkan untuk CPNS akan dibuka pada Oktober 2019.

“Seleksinya nanti terpisah. Kemungkinan yang PPPK akan didahulukan, baru kemudian CPNS pads akhir tahun 2019. Sesuai keterangan Menteri PANRB,” ungkap Kepala Biro Humas Badan Kepegawaian Negara (BKN) Mohammad Ridwan kepada liputan6.com.

“Jumlah ini adalah plafon atas. Kebutuhan pegawai riil diinput oleh masing-masing instansi ke sistem e-Formasi milik Kementerian PANRB (Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi),” jelas dia.

Ridwan memproyeksikan, total pelamar yang akan mendaftar di sistem online CPNS 2019 nanti bisa membludak seperti perekrutan di tahun sebelumnya, yakni sekitar 5 juta orang.

“Saya perkirakan sama dengan tahun lalu, 5 jutaan pelamar online. Itu untuk CPNS saja. Untuk PPPK, belum ada rujukan,” ujar dia.

Untuk detail kapan, bagaimana, berapa, di mana, sampai saat ini BKN belum bisa menginformasikankarena Panselnas (Panitia Seleksi Nasional) masih melakukan rapat-rapat persiapan terkait hal tersebut.

Kepala Biro Hukum, Komunikasi, dan Informasi Publik Kementerian PANRB, Mudzakir mengatakan pada tahun lalu jumlah pelamar untuk CPNS mencapai 4 juta orang. Padahal lowongan yang dibuka hanya sekitar 200 ribu formasi.

“Tahun lalu jumlah pelamar 4 juta lebih, dari 235.015 lowongan. Ini mencerminkan minat tinggi generasi milenial,” ujar dia saat berbincang dengan Liputan6.com.

Menurut dia, motif generasi milenial yang melamar juga tidak melulu besaran gaji dan tunjungan pensiun yang akan diterimanya jika menjadi PNS nanti, tetapi juga ada keinginan untuk berkontribusi bagi negara dengan bekerja di pemerintahan.

“Dari interaksi informal kami dengan beberapa pelamar, motivasi mereka tidak melulu mencari pekerjaan, tetapi juga diwarnai keinginan idealis seperti ingin memberikan kontribusi positif secara berintegritas pada proses pembangunan,” ungkap dia.

Sementara itu, Asisten Deputi Standardisasi Jabatan dan Pengembangan Karier Kementerian PANRB, Aba Subagja mengatakan, tiap tahunnya, jumlah pelamar CPNS dari kalangan milenial selalu tinggi.

“Kalau itu banyak terus (pelamar dari generasi muda). Memang bagus, karena sekarang kan semakin kompetitif. Kalau melihat berkembangan yang melamar itu kan banyak terus. Peminatnya (CPNS) bagus,” tutur dia.

Hal ini, lanjut Aba, menunjukkan jika minat anak muda untuk bekerja di instansi pemerintah sangat besar.

“Mungkin iya (jadi profesi favorit generasi muda). Kalau sekarang kan tidak lagi ada perbedaan antara bekerja di pemerintahan atau swasta. Sama saja. Yang senang (bekerja) di swasta juga banyak,” jelas dia.

Aba menyatakan, banyak faktor yang membuat generasi milenial ini memilih untuk menjadi PNS dan bekerja di pemerintah. Salah satunya soal kepastian jenjang karier.

“Mungkin tantangan karier. Kalau di PNS kan kita punya tantangan di karier, penjenjangan karier di PNS ini jelas. Tapi di swasta sama saja. Ya kalau mereka mau ke situ, mereka daftar,” tandas dia.

Facebook Comments

Most Popular

To Top