Puluhan Wanita yang Gunakan Pakaian Ketat dan Duduk Ngakang Ditangkap WH

OLEH: REZA JUANDA

GEUNTA, ACEH— Puluhan perempuan dan laki-laki terjaring razia aparat gabungan Satuan Polisi Pamong Praja dan Wilayatul Hisbah (Satpol PP dan WH) di Taman Riyadah, Kota Lhokseumawe, senin (5/8).  Mereka diamankan karena tidak berpakaian sesuai dengan syariat islam, yakni mengenakan pakaian ketat dan celana pendek saat melintasi jalan kota.

Pantauan di lokasi, razia itu mulai digelar sekitar pukul 10.00 WIB hingga siang tadi, selain  menertibkan wanita dan laki-laki yang mengenakan pakaian tak sesuai aturan syariat, juga menghentikan wanita yang duduk mengangkang di atas sepeda motor. Kemudian para pelanggar ini langsung dibina dan didata serta diberikan sarung, agar tidak melakukan hal serupa dikemudian hari.

Kepala Satuan Polisi Pamong Praja dan Wilayatul Hisbah (Satpol PP dan WH) Lhokseumawe, Irsyadi  mengatakan razia ini dilakukan secara rutin, selain untuk sosialisasi juga menertibkan para pelanggar syariat.

“Di Kota Lhokseumawe, selain dilarang mengunakan pakaian ketat dan celana pendek saat keluar rumah, saat ini juga masih berlaku larangan duduk ngakang di atas sepeda motor. Oleh sebab itu kita pada hari ini lakukan razia untuk menertibkan mereka, sehingga di kota Lhokseumawe tidak ada lagi yang melanggar aturan syariat.” sebutnya.

Dia mengatakan mereka yang terjaring langsung mendapatkan pembinaan dan juga membuat pernyataan tak mengulangi lagi perbuatan yang sama.

“Juga kita kasih kain sarung untuk mengingatkan mereka,”ujarnya.

Diakuinya, dalam dua tahun terakhir ini, pelanggar syariat di Lhokseumawe berkurang. Hal ini terjadi karena disana terus dilakukan sosialisasi dan penegakan serta juga karena kesadaran masyaarkat itu sendiri.

Get real time updates directly on you device, subscribe now.

Comments
Loading...