Bakal Jadi Menteri, Tito Karnavian Diberhentikan Sebagai Kapolri

Jenderal Tito Karnavian resmi diberhentikan dari jabatannya sebagai Kapolri dan menurut jubir Mabes Polri kemungkinan Tito "mendapat jabatan baru".

Geunta.com, Jakarta– Dalam rapat paripurna, Selasa (22/10), DPR menyetujui usulan Presiden Joko Widodo untuk memberhentikan Jendral Tito Karnavian sebagai Kapolri.

Ketua DPR, Puan Maharani mengatakan pimpinan DPR telah menerima surat dari Presiden Joko Widodo, yang diantaranya berisi permintaan persetujuan untuk pemberhentian Jenderal Tito Karnavian.

“Yang bersangkutan akan mengemban tugas negara dan jabatan lain,” kata Ketua DPR Puan Maharani. Peserta rapat paripurna kemudian berkata “setuju”.

Pada Senin (21/10), Kapolri Tito Karnavian hadir di Istana Merdeka, hampir bersamaan saat Presiden Joko Widodo mengundang sejumlah orang yang ditunjuk untuk menjadi menteri dalam kabinet barunya.

Belum ada keterangan resmi tentang isi pembicaraan antara Tito dan Jokowi, namun beredar informasi yang belum bisa diklarifikasi bahwa Tito akan menjabat sebagai menteri atau kepala lembaga setingkat kementerian

Dalam keterangan kepada wartawan, Senin (21/10) sore, Kepala Divisi Humas Mabes Polri Irjen Pol Muhammad Iqbal mengatakan Tito “kemungkinan besar mendapat jabatan baru” dari Presiden Joko Widodo.

Siapa saja politikus yang diundang ke Istana Merdeka?

Sejumlah orang perwakilan partai politik telah bertemu dengan Presiden Joko Widodo hingga Selasa (22/10) siang, dan kemungkinan besar mereka akan ditunjuk sebagai menterinya. Siapa saja mereka?

Presiden Jokowi juga telah mengundang mantan Menteri Keuangan Sri Mulyani yang disebutkan akan dipilih kembali menjadi menkeu dalam kabinet mendatang.

“Presiden meminta saya menyampaikan ke media, beliau menugaskan saya tetap menjadi Menteri Keuangan,” kata Sri Mulyani, usai bertemu Presiden Jokowi.

Dalam perkembangan terbaru, Jokowi juga mengundang Fachrul Razi, mantan Wakil Panglima TNI (1999-2000) dan eks Ketua Tim Bravo-5, salah satu organisasi relawan pendukung Jokowi saat kampanye.

“Tadi malam diberitahu menghadap pak presiden,” kata Fachrul saat tiba di Istana Kepresidenan, seperti dilaporkan wartawan BBC News Indonesia, Pijar Anugerah yang melaporkan dari Istana.

Sekitar pukul 13.00, Presiden juga mengundang Bahlil Lahadalia, seorang pengusaha dan pimpinan organisasi HIPMI serta politikus Partai Golkar.

Dan sekitar 30 menit kemudian, politikus Partai Golkar, Zainudin Amali mendatangi komplek istana. Kelahiran Gorontalo, 16 Maret 1962, Zainudin dikenal sebagai pengusaha yang kemudian aktif di Partai Golkar.

Tidak lama kemudian, terlihat pula politikus PKB, Abdul Halim Iskandar, melenggang menuju kantor kepresidenan di dalam komplek Istana.[…] Sumber: BBC Indonesia

Get real time updates directly on you device, subscribe now.

Comments
Loading...